Arsip Irma
Selasa, 21 September 2010
Kisah Rasulullah dan Seorang Badui
PADA suatu masa, ketika Nabi Muhammad SAW sedang tawaf di Kaabah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berhenti di satu sudut Kaabah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.
Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,” jawab orang itu.
“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badwi itu.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua-dua kaki Rasulullah SAW.
Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badwi itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, dia berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar.”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”
Orang Arab badwi berkata lagi, “Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”
Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.
***
PADA suatu masa, ketika Nabi Muhammad SAW sedang tawaf di Kaabah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berhenti di satu sudut Kaabah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.
Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,” jawab orang itu.
“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badwi itu.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua-dua kaki Rasulullah SAW.
Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badwi itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, dia berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar.”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”
Orang Arab badwi berkata lagi, “Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”
Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.
***
Rabu, 16 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
Jumat, 28 Mei 2010
NOMER TELEPON/HP AGGOTA IRMA
Abdul baser: 085229747955
m. mustafa:
081393881481
sri utami:
081393922818
fitri s:
081915303568
eko pras: 081393881471
bayu:
085329047332/ 081225137742
m. mustafa:
081393881481
sri utami:
081393922818
fitri s:
081915303568
eko pras: 081393881471
bayu:
085329047332/ 081225137742
DAFTAR ANGGOTA IKATAN REMAJA MASJID AL-QIDAM SEGEMPOL
1. Bayu pipit s
2. Agus tri y
3. Tri puji a
4. Wahyu pratiwi
5. M. mustafa
6. Njani
7. Tutik wahyuni
8. Agus sumarno
9. Eni hastuti
10. Eko yulianto
11. Muji ati
12. Andika fahri
13. Sri utami
14.Andri p
15. Tri wardoyo
16. Sri ariyanti
17. Sutatik
18. Fitri susiani
19. Eko pras
20. Nur rahmat
21. Agus maryono
22. Abdul basir
23. Sri sunarti
24. Agus arif d
25. Aris
26. Suroso
27. Agung
28. Dolik
29. Joko p
30. Fadil
31. Dewi
32. zulaika
33. Ikwan nugroho
34. Ayuk
2. Agus tri y
3. Tri puji a
4. Wahyu pratiwi
5. M. mustafa
6. Njani
7. Tutik wahyuni
8. Agus sumarno
9. Eni hastuti
10. Eko yulianto
11. Muji ati
12. Andika fahri
13. Sri utami
14.Andri p
15. Tri wardoyo
16. Sri ariyanti
17. Sutatik
18. Fitri susiani
19. Eko pras
20. Nur rahmat
21. Agus maryono
22. Abdul basir
23. Sri sunarti
24. Agus arif d
25. Aris
26. Suroso
27. Agung
28. Dolik
29. Joko p
30. Fadil
31. Dewi
32. zulaika
33. Ikwan nugroho
34. Ayuk
MISI IKATAN REMAJA MASJID AL-QIDAM SEGEMPOL
MISI
1. Meningkatkan peran remaja untuk menjaga dan membina masjid Al-qidam sebagai tempat ibadah dan mencari ilmu.
2. Menumbuhkan sikap beraqlak dan beriman.
3. Menumbuhkan daya tangkal diri terhadap pengaruh negatif.
1. Meningkatkan peran remaja untuk menjaga dan membina masjid Al-qidam sebagai tempat ibadah dan mencari ilmu.
2. Menumbuhkan sikap beraqlak dan beriman.
3. Menumbuhkan daya tangkal diri terhadap pengaruh negatif.
VISI IKATAN REMAJA MASJID AL-QIDAM SEGEMPOL
VISI
Tertib,disiplin, jujur, dan kreatif menuju terciptanya pribadi yang tangguh dan beriman.
Tertib,disiplin, jujur, dan kreatif menuju terciptanya pribadi yang tangguh dan beriman.
Kamis, 20 Mei 2010
STRUKTUR ORGANISASI IKATAN REMAJA MASJID AL-QIDAM
perintis:coirudin muslim s,ag
pembina:bp.suprapdi
ketua:
1.bayu pipit sugiri
2.abdul basir
sekertaris:
1.agus aref d
2.
bendahara:
1.luqman hakim
2.
3. muh mustafa hilmi
ketua kordinator:
Tpa:
1.sri utami
2.joko supri yanto
mading:
1.eko prasetyawan
2.
pengajian:
1.Tri handoko
2. aris
pembina:bp.suprapdi
ketua:
1.bayu pipit sugiri
2.abdul basir
sekertaris:
1.agus aref d
2.
bendahara:
1.luqman hakim
2.
3. muh mustafa hilmi
ketua kordinator:
Tpa:
1.sri utami
2.joko supri yanto
mading:
1.eko prasetyawan
2.
pengajian:
1.Tri handoko
2. aris
TENTANG IKATAN REMAJA MASJID AL-QIDAM SEGEMPOL (IRMA)
irma (ikatan ramaja masjid alqidam segempol)
adalah suatu organisasi yang ada pada masjid alqidam segempol.
adalah suatu organisasi yang ada pada masjid alqidam segempol.
Organisasi ini dibentuk bertujuan agar:
- semuah remaja di alqidam dapat mendalami ajaran agama islam.
- agar remaja di segempol dapat berlatih berorganisasi.
- agar masjid alqida dapat makmur, karena jamaahnya banyak
- dll
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
aplikasi dan games
f




